Wednesday, December 29, 2010

Sudut Mimpi

Hai kamu pendatang baru, selamat datang di satu sudut mimpiku. Bagaimana rasanya disana? Silahkan buat dirimu senyaman mungkin. Aku ingin kamu selalu hadir di setiap aku menutup mata, dan mungkin suatu saat kamu bisa hadir saat aku membuka mata.

Ah, aku mungkin telah jatuh cinta. Iya, sama kamu. Cara kamu mencari perhatian aku itu sangat menggemaskan menurut aku. Masih tergambar dengan jelas raut wajahmu saat aku dengan berbicara dengan masa lalu, patah hatikah kamu? Tapi setelah itu kamu caper setengah mati sama aku. Lucu.

Entahlah, biarkan aku menganggap kamu punya perasaan yang sama juga padaku. Aku anggap kita saling jatuh cinta diam-diam. Kalau aku, diam-diam mencari mata teduhmu dan berharap aku akan ditelan bulat-bulat di dalamnya. Bagaimana denganmu?

Suatu hari kamu menghilang, semua orang panik mencarimu. Entah mengapa sesuatu telah menuntun langkahku menuju pantai. Dan…aku menemukan kamu disana. Duduk sendiri menatap laut lepas dengan beralaskan pasir dan beratapkan bintang. Tanpa basi-basi aku duduk di sampingmu. Kita saling bertukar senyum, lalu saling diam. Berbicara dalam hati. Menatap lurus ke depan. Benua Australikah nun jauh disana?

Arrrgghhh…sinar matahari menamparku dengan sadisnya. Aku terbangun. Ah! Seketika aku patah hati. Berusaha meraba kisah terakhir lalu berusaha melanjutkannya. Gagal. Si mentari menampar aku terlalu keras.

Gawat aku bahkan belum tahu namamu…

Malam ini, aku tunggu di tempat biasanya.

Sudut mimpi.

(mimpi ditengah pagi buta, 16 Desember 2010)

0 comments: