Friday, January 7, 2011

Fiktif

"@charitsa :( iya bgt RT @arienakp : OK. Tidak ada yg lebih menyakitkan dr jatuh cinta pd cowok fiktif."

#jleb, itu ga enak banget. Saya baru beberapa minggu yang lalu mengalaminya. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya,dia adalah pria dalam mimpi. Pertemuan singkat dengannya di dalam mimpi amat sangat membekas buat saya sampai detik ini. Crap!

Saya kurang begitu ingat wajah dan postur dia. He's quite tall. Kalau kita berdiri berdua, yang bisa aku liat adalah dada yang bidang. Dia punya tulang wajah yang kuat, ganteng atau enggaknya sih aku lupa. Satu hal yang aku inget adalah matanya. Duh! Setipe sama Josh Hartnett lah.

Sesaat setelah saya terbangun dari mimpi, saya sudah berencana untuk bertemu dengan dia pada mimpi selanjutnya. Jadi sebelum tidur, saya sudah membayangkan setting yang sama dengan mimpi saya sebelumnya. Berharap dia datang. But, sadly he's not.

Beberapa hari yang lalu, hasil dari pertapaan saya di satu pojok cafe, saya mencoba menyimpulkan kenapa dia hadir. Yah, dia hadir untuk menyadarkan saya. Seperti di dalam mimpi, dia berusaha menunjukkan saya bahwa sebenarnya di saat saya masih terjerembab di masa lampau, ada masa depan yang sedang mencari perhatian saya. Ada masa depan yang meminta saya berpaling dari masa lalu. Ada masa depan yang ingin saya kejar.

Sesaat saya tersenyum, but suddenly tears drip down. Saya makin jatuh cinta dengan pria misterius ini. Tapi setiap saya berusaha mengingat-ingatnya, rasanya sangat menyakitkan. Dia sangat fiktif. Ah, bukannya masa depan juga? Ia hanya menunggu untuk menjadi nyata.


0 comments: