Thursday, April 28, 2011

Turkey (part 1)

Merhaba!

Ampuni atas keterlambatan penerbangan pesawat bla bla bla yang dikarenakan alasan operasional (*dikeplak pramugari). Jaaah…intinya saya mau sungkem karena sudah hampir satu bulan saya berada di negeri Byzantium ini tapi baru cerita sekarang.

Ok! Have a seat, please :D

Hari H

Dengan menumpang penerbangan Qatar Airways, saya dan Ariena akhirnya menembus pagi buta menuju Turki. Tanah impian. Ga banyak yang bisa diceritain kecuali makanannya yang enak, keribetan kami dengan hand bags (pake “s”) dan waktu connecting-nya yang super lama (8 JAM!!!) di Doha. Btw, di duty free nya Doha International Airport ini banyak wajah-wajah Asia Tenggara. Jadi, sempatkanlah ngobrol bersama mereka, dan kalau bisa tanya sekalian tempat makan yang murah di sebelah mana (ember! Makanan di sono mahal gilak).

(sarapan di pesawat)

Perjalanan sekitar 21 jam (termasuk connecting yg lama itu), akhirnya berakhir di Ataturk Airport, Istanbul. Baru nyampe, langsung dikagetkan dengan troli yang harus bayar. Biasanya di Indonesia atau di Singapore trolley keleleran dimana-mana dan gratis. Eh, di sini kudu bayar 1 TL!!!
bersama troli mahal :(

Sesampainya di Istanbul, langsung dijemput oleh mbak Rini dan kawan-kawan. Tanpa ba bi bu, langsung cuss naik metro menuju otogar (terminal bis). Di otogar ini, kita beli tiket Istanbul – Izmir (40an TL, Pamukkale otobus). Mahal? Ga begitu sih. Soalnya bisnya super comfy banget. Ada tv disetiap seatnya dan WIFI!!! Sayang oh sayang, saya dan Arien udah ngantuk banget dan sepanjang perjalanan kami habiskan untuk tidur. Bahkan saat menyebrang selat Bosphorus, kami tidur di dalam bis sementara penumpang lain memilih untuk duduk di Ferry sambil menikmati pemandangan selat yang tersohor itu.

H+1

Setelah 8-9jam perjalanan Istanbul – Izmir, kami tiba di otogar-nya Izmir. Agak panik saat itu karena orang yang seharusnya datang menjembut baru bisa datang jam 10.30 padahal kita nyampai jam 6! Menurut Safa (bosnya project Young Leader. Ganteng!), sebaiknya kami menunggu di Bornova Metro. Tuhan! Dimanalah itu? Alhamdulillah, bertemu dengan bapak baik hati yang bisa bahasa Inggris dan bantuin membawakan koper-koper dan menunjukkan bis yang menuju Bornova Metro.



Sesampainya di Bornova Metro, bbbrrrr…dingin soro. Siapa yang bilang kalau Izmir sekarang udah kayak Kaliurang??? Ini kayak Ranu Kumbolo!!! Mana kita harus nunggu 4 jam lebih di sana :( :( Matahari pun kalah ganas sama dingin. Berjemur pun sia-sia. Toilet umum pun bayar. 1TL saudara-saudara!!!

Orang yang ditunggu tak kunjung datang. Saya memutuskan untuk menghubungi Adi (mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Turki). Adi memberi saran untuk mampir ke rumahnya. Lagi-lagi geret bawaan naik bis menuju Tinaztepe!

Sesampainya di rumah Adi, langsung disambut oleh roommates-nya yang ganteng-ganteng. Perut pun langsung dijamu oleh sarapan (iye, sarapan jam 12 siang -,-) yang enak banget. Ada Pide, Olive, Keju, Ekmek (Roti), Selai Cokelat (semacam Nutella), cay (teh) dan cowok ganteng (Gokhan, Tolga, dan temannya).

Tidak lama kemudian, muncul dua AIESECers datang menjemput (Gokay dan errr ga tau) untuk menuju kantor di Alsancak yang berjarak sekitar satu jam perjalanan (!!!). Kantor ada di lantai tujuh dan tidak ada lift! Hahaha…di situ kami disambut hangat oleh para penghuni kantor yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Host kami akan datang menjemput, kata mereka.

Muncul seorang wanita dan gadis cantik di kantor. Itulah Anne (sebutan untuk Ibu) dan Caglar, host family saya. Bahasa Inggris Caglar masih kacau. Tapi lumayan lah dari pada ga bisa sama sekali. Anne ga bisa bahasa Inggris. Baba (sebutan untuk ayah) juga ga bisa -_- Apartemen kami ternyata dekat dengan rumah Adi, Buca Koop. Apartemen mungil yang sangat nyaman :) Mereka orang yang baik dan makanan buatan Anne enak :D

31 Maret

Hari pertama kerja :D Diajarin Anne cara naik bis dan metro dari rumah sampai tempat kerja (Bornova). Sistem transportasi umumnya Izmir ini memang patut diancungi jempol. Mau naik bis, metro (MRT), atau pun ferry semuanya disinergikan dalam satu kartu sebagai alat pembayaran, Kenkart. Mahal sih emang. Untuk perjalanan selama 90 menit mau naik berapa kali bis pun bayarnya 1,70TL. Jangan dibandingin sama TransJakarta yang jauh lebih murah deh (*iris bawang Bombay). Tapi masalah ketertiban di jalan? Tuhan! Kadang suka mikir orang sini tuh gimana caranya dapet SIM. Suka ngawur bawa mobil. Jangan kaget kalau mendadak ada mobil berhenti di pinggir jalan tapi agak nengah gitu dan mobilnya ditinggal gitu aja cuma buat buat beli roti!!! Jangan kaget kalau parkir pada ngawur, boro-boro rodanya lurus, body mobilnya lurus aja udah TOP, hadeh! Usut punya usut ternyata emang ga ada tukang parkir sama sekali bahkan di mall aja parkir ga bayar. Jadi ya ngawur semua.

Untung orang yang bawa kendaraan pribadi ga sebanyak di Indonesia. Ga kebayang lah kayak apa bentuknya di jalan. Jarangnya orang Turki bawa kendaraan pribadi ini ternyata karena bensin di sini termasuk paling mahal, sekitar 4TL lebih untuk satu liternya. Untung saja lah didukung oleh sistem transportasi publik yang sangat memadai.

Kembali ke soal kerjaan, di Bornova saya dijemput oleh OC favorit saya, Uğur. God must be spent more time on him. Ganteng! Mata hijaunya, kyaaaa… :3 Olehnya saya ditempatkan di salah satu TK di daerah Bornova (lupa nama TKnya, maap keun). Parahnya gurunya ga ada yang bisa bahasa Inggris. Duh! Kalah sama anak SD Indonesia deh guru-gurunya. Yang ada malah ngobrol pake Bahasa Jerman sama juru masaknya, hahaha…Untungnya mereka ini super duper baik dan anak-anaknya lucu-lucu banget. Dan yang paling penting, makanannya enak :D

1 April

Sepulang kerja, saya sama Arien mampir ke Kemeralti. Semacam Malioboronya Jogja yang terletak tidak jauh dari Clock Tower.

Duh, orang sini tuh ga pada melek dunia luar apa. Mereka ini ga bisa bedain mana yang tampang oriental, mana yang tampang melayu. Gak jarang deh kalau ke Kemeralti pasti ada yang nyeletuk, “Hello. Ni hao? Konniciwa. Are you Chinese?” Geeez…iye. Cina dekil dengan mata yang ga ada sipitnya. Ngawur pula sapaannya. Hahaha…campuran Inggris, China dan Jepang :p

Di Kemeralti, mampirlah kami ke Mesjid. Dan di sinilah terjadi kejadian yang mengguncang dunia persilatan. Owuoo..

Jadilah saya lagi nungguin Arien sholat. Nungguinnya di luar sambil jagain sepatu. Saya yang cantik jelita ini pun matanya jelalatan nyari pria Turki ganteng nan sholeh. Tiba-tiba, datang seorang pria berkaos biru. Senyum-senyum jumawa ke saya dan tiba-tiba….Jeng Jeng Jeng!!! MENGEDIPKAN MATA dan ngomong “HEY BABY”!!! Watta??!! Rayuan macam apa itu? Mending kalau situ ganteng -,-

Arien pun kembali, saya menceritakan kejadian maha dahsyat itu ke dia dan kami pun ketawa ngakak. Pria itu pun muncul kembali dan berkata, “You’re face is very sweet”. Heluuuk…berasa dirubungi semut. Bwahahaha…!!!

0 comments: