Monday, December 12, 2011

Widya's New Stage of Relationship


The picture above was taken when we were on our visit to a conference about European thingy. It was about December on our last year as senior high school student. Widya, Diaz and me was laying down on our bed, taking silly pictures when suddenly Widya got a phone call. I and Diaz tried to sleep because we had to catch up our next morning agenda but suddenly Widya jumped on us. She looked extremely happy because she received a phone call from her secret crush, Dega. No body realized that right now he turned out to be her husband :')

Wish you having a great married life, Widya. Btw, your husband is not a rock star but I am pretty sure he will rock your world ;)

Thursday, December 8, 2011

Ngapain sih di WMUN?

Waktu beresin isi laptop kemarin tanpa sengaja gue nemu Rules of Procedure-nya WorldMUN 2011 kemarin. Bowk! Kangen soro!

Rules of Procedure (ROP) yang berisi cuma 12 halaman ini udah jadi kitab suci gue yang bau kencur di dunia Model United Nation (MUN) selama H-sebulan sampai hari H. Bagaimana itu Moderated Caucuses, Roll Call Vote, Point of Parliamentary Inquiry, Point of Personal Privilege, Quorum, dan sebagainya di MUN itu dijelaskan di ROP ini. Gak begitu familiar dengan istilah-istilah tadi? Iya sama! Gue juga gitu tadinya. Makanya ROP ini kadang-kadang suka gue bawa tidur (iye, lebay).

Sebenarnya MUN ini apaan sih? Nah, gue pas ditawarin buat ikutan ini buat jadi delegasi dari UGM juga pada awalnya belum begitu ngeh sebenarnya MUN ini apaan, dan gue bakal ngapain aja di sana itu pun gue ga tau. Jadi MUN ini tuh menurut gue lebih kayak simulasi sidang PBB yang diprakarsai oleh mahasiswa Harvard. Di sini kita bisa belajar gimana proses para delegasi-delegasi dari berbagai negara membuat suatu draft resolutions. Nah, di MUN ini kita lah para delegasi itu. Kita jadi representative dari suatu negara yang mana negara itu pasti bukan dari mana kita berasal. Misalnya nih, gue kan dari Indonesia nih, tapi di MUN ini country assignment gue Polandia. Selain itu, nanti kita diplotkan kita masuk komite mana (kalau gue sih diplotkan sama ketua delegasi UGM, kalau yang lain mungkin bisa milih sendiri kali ya). Komite untuk kelas WorldMUN ini banyak, ada SPECPOL, WTO, UNAIDS, G20, SOCHUM, dan lain-lain.

Jeng jeng jeng! Susah? Banget! Mewakili suatu negara di MUN ini berarti point of view kita dari suatu masalah ya berdasarkan point of view dari negara yang kita wakili tersebut, bukan dari negara kita berasal. Misalnya nih ya, kita kan berasal dari Indonesia yang notabene mendukung Palestina jadi anggota PBB, nah katakanlah di MUN ini kita ditunjuk jadi delegasi dari Israel, disini kita harus bisa memposisikan diri menjadi delegasi Israel yang tidak mendukung Palestina jadi anggota PBB. Makanya sebelumnya kita harus riset dulu posisi dari negara yang kita wakili itu dimana dalam suatu topik masalah. Nah, kalau udah riset dan prespektif kita udah mantep nih ya, kita harus nulis pendapat kita (sebagai delegasi negara X) di position paper. Biasanya position paper ini dikumpulin dua atau tiga mingguan gitu sebelum hari H. Inget ya, isinya bukan mindset kita dari negara asal kita, tapi mindset atau kepentingan dari negara yang kita wakilkan. Jadi ya kita sebelumnya harus bener-bener riset background negara tersebut, sampai kita dapet posisi yang katakanlah merupakan aspirasi sebenarnya dari negara yang kita wakili.

Nah, pas hari H yang biasanya berlangsung selama sekitar 4 hari ini (dari pagi sampai sore), itu isinya rapat, bentuk aliansi, nego-nego sampai akhirnya membentuk draft resolution. Dalam membentuk aliansi negara-negara ini, kita mencari negara-negara yang sepaham dengan kita dan `merayu’ negara yang tidak sepaham biar jadi sepaham. Nah, di sini kita dituntut untuk mempertahankan posisi pemahaman kita, atau paling tidak poin-poin krusial yang `menguntungkan’ negara kita itu masuk di amandemen. Jadi ya pinter-pinter berdiplomasi lah, begimana pun caranya. Setelah amandemen dari tiap-tiap aliansi diajukan, akan diadakan semacam hearing gitu. Poin-poin dari tiap amandemen dibacakan lalu yang tidak setuju dengan poin tersebut bisa memperdebatkan sampai pada akhirnya kita voting dan jadilah draft resolution. Jeng jeng jeng!

Selama rapat ini ga ngasal omong doang. Di sinilah gunanya ROP itu tadi. Selain itu di tiap komite, ada ketua yang tugasnya memimpin sidang biar sesuai dengan prosedur dan menjaga biar pas debat ga rusuh (hahaha!).

Diplomasinya gimana, bowk? Ngelobi-lobi gitu dong, yey? Yoi. Ngelobi delegasi lain itu bisa dengan cara formal atau informal. Formal ya selama rapat, bisa kirim-kiriman notes atau melalui unmoderated caucuses. Nah yang asyik ini kalau informal, bisa pas ngobrol-ngobrol sebelum rapat, bisa pas lunch bareng, bisa sepulang rapat, atau pas party malemnya (sumpah niat abis kalau ini!). Bonusnya ngelobi-lobi gini yaitu….bisa flirting-flirtingan sama delegasi yang menarik hati. DHUUUUEEERRRR!!!

So far, menurut gue acara MUN gini tuh berguna banget buat yang pengen berkarir di UN a.k.a PBB atau diplomat. Susah? Berat? Tadinya gue sempet parno abis sih sebelum hari H, tapi setelah dijalanin it was fun and memorable banget. Walaupun awalnya gue sampe bersumpah-sumpah ga mau ikutan lagi, eh ujung-ujungnya gue malah nagih. Iye…I wish I could do so much better. Abisnya pngalaman ini tuh bakal jadi pengalaman yang gue yakin suatu saat kalau tiap gue inget tentang ini, gue bakal bergumam “Gile, mimpi apa lo Cha dulu sampe lo ikutan MUN? Keren mampus lo!”. Kenal sama mahasiswa-mahasiswa universitas beken dari luar negeri, jalan-jalan di negara orang, pengalaman rapat ala PBB, ah pokoknya unbeatable lah.

Jadi…tunggu apa lagi? Kalau ada event MUN yang menarik hati, ikutan aja. Belum berani sampe yang level WorldMUN atau HNMUN? Ikutan aja yang level lebih kecil, tiap tahun pasti ada kok. Btw, Indonesia juga punya IndonesiaMUN lho. Coba ikutan ya…